MADU DALAM PRESPEKTIF THIBBUN NABAWY

Dalam madu terdapat obat yang menyembuhkan segala penyakit. Petunjuk ilmiah ini sebenarnya telah 15 abad yang lalu Allah SWT kisahkan dalam Al-Quran, surat An Nahl ayat 68-69. Allah Azza wa Jalla berfirman

وَأَوْحَى رَبُّكِ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَ {68} ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلَلاً يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ

   “Dan Rabbmu telah mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Q.S An-Nahl: 68-69)

عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قاَلَ (الشِّفَاءُ فِي ثَلاَثَةٍ شَرْبَةُ عَسَلٍ وَ شَرْطَةُ مِحْجَمٍ وَ كَيَّةُ نَارٍ وَ أَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَيّ)

   Dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw., beliau bersabda: “Kesembuhan itu pada tiga hal; Minum madu, sayatan alat hijamah, dan sundutan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan api”.(HR. Imam Bukhari)

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقَالَ أَخِيْ يَشْتَكِي بَطْنَهُ فَقَالَ (اسْقِهِ عَسَلاً) ثُمَّ أَتَاهُ الثاَّنِيَةَ فَقَالَ(اسْقِهِ عَسَلاً) ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ (اسْقِهِ عَسَلاً) ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ قَدْ فَعَلْتُ؟ فَقَالَ (صَدَقَ اللهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيْكَ اسْقِهِ عَسَلاً) فَسَقَاهُ فَبَرَأَ

   Dari Abi Sa’id, bahwasanya seseorang datang kepada Nabi saw. lalu berkata: “Saudaraku mengeluhkan (perihal) perutnya”. Maka beliau bersabda: “Minumilah dia dengan madu!”. Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, lalu Nabi bersabda: “Minumilah dia dengan madu!”. Kemudian orang itu datang lagi untuk ketiga kalinya, maka Nabi bersabda: “Minumilah dia dengan madu!”. Kemudian orang tadi datang lagi, lalu berkata: “Aku telah melakukan (memberi minum madu)?” Nabi saw bersabda: “Maha benar Allah dan perut saudaramu berdusta. Minumilah dia dengan madu!” Maka orang tadi meminuminya lalu saudaranya sembuh.(HR. Imam Bukhari dan Muslim)

عَنْ أَبِي اْلأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِالشِّفَاءَيْنِ الْعَسَلِ وَالْقُرْآنِ

   Dari Abul Ahwas dari Abdillah, dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pergunakanlah oleh kalian dua obat; madu dan al-qur’an”.(HR. Imam Ibnu Majah)

Al-Qur’anul Karim adalah obat yang paling sempurna untuk segala macam penyakit, jiwa maupun ruhani. Tentu jika penggunaannya tepat dan disertai dengan keyakinan yang shahih dan benar serta hati yang yakin akan ijabah (terkabul). Pada zaman Nabawy yang mulia telah disebutkan beberapa hadits yang memberitakan berbagai manfaat madu sebagai penyembuhan. Rasulullahsaw. bersabda: “Sebaik-baik obat adalah Al-Qur’an”. (HR.Imam  Ibnu Majah). Pada kesempatan lain Rasul saw bersabda: “Pergunakanlah oleh kalian dua obat; madu dan Al-Qur’an”.      Manusia menggunakan madu sebagai penyembuh penyakit semenjak dahulu. Di antara keyakinan yang berkembang di kalangan manusia bahwa orang yang biasa memelihara lebah memiliki usia yang relatif  lebih panjang dan lebih sehat dari pada orang lain. Bahkan para sejarawan mengatakan bahwa Pitagoras hidup lebih dari sembilan puluh tahun, karena makanannya terdiri dari roti dan madu. Beberapa tahun belakangan ini banyak diadakan beberapa penelitian dan uji coba sehubungan dengan madu, yang kemudian banyak dimuat di berbagai majalah dan media massa lainnya. Semua penelitian dan uji coba itu banyak mengungkap rahasia di balik manfaat madu untuk kesembuhan manusia.

Dari hasil penelitian itu adalah bahwa madu merupakan cairan yang mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, mineral, dekstrin, pigmen tumbuhan dan komponen Aromatik. Bahkan dari hasil penelitian ahli Gizi dan pangan, madu mengandung karbohidrat yang paling tinggi diantara produk ternak lainnya susu, telur, daging, keju dan mentega sekitar (82,3% lebih tinggi). Setiap 100 gram madu murni bernilai 294 kalori atau perbandingan 1000 gram madu murni setara dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter susu atau 1680 gram daging. Dari hasil penelitian terbaru ternyata zat-zat atau senyawa yang ada didalam madu sangat komplek yaitu mencapai 181 jenis .

Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik yakni asetilkolin. Asetilkolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah. Gula yang terdapat dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat bila dibandingkan dengan gula biasa. Di samping kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %) madu juga mengandung komponen lain seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan. Di samping itu madu juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. Selain itu madu juga mengandung berbagai asam organic seperti asam malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat. Karena itu madu sangat tinggi sekali khasiatnya.

Khasiat madu telah dikenal sejak jaman Mesir Kuno. Bahkan Ratu Cleopatra telah menggunakan untuk merawat kesehatan dan kecantikannya. Selain itu juga madu dipergunakan untuk ramuan pembalseman ( embalming ) untuk mengawetkan Mummi Raja-raja Mesir Kuno. Tradisi orang Jepang adalah meminum madu setiap malam agar bangun tidur dalam keadaan segar dan sehat.

Salah satu keunikan madu adalah karena madu mengandung zat anti biotik. Hal itu hasil penelitian Peter C Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, Selandia Baru. Menurutnya madu terbukti mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai kuman patogen penyebab penyakit. Selain itu juga peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, University of Malaya di Malaysia, Kamaruddin (1997) juga menyebutkan bahwa di dalam madu terkandung zat anti mikrobial, yang dapat menghambat penyakit.

Madu mengandung zat anti biotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit. Ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri pada madu.

  1. Kadar gula madu yang tinggi akan menghambat per-tumbuhan bakteri sehingga bakteri tidak dapat hidup dan berkembang.
  2. Tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut mati.
  3. Adanya senyawa radikal hidrogen pe-roksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor
  4. Adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.

Dalam kitab Asy-Syifa’ min Wahyi Khatamil Anbiya’, karya Aiman bin Abdul Fattah, disebutkan bahwa selain mengandung zat anti biotik, madu juga memiliki inflammatory activity anti(kemampuan melawan peradangan), yang berfungsi melawan peradangan dan infeksi serta membangkitkan reaksi pencegahan di dalam luka atau luka bakar. Disebutkan pula bahwa kebiasaan minum madu yang berfungsi melawan oksidasi. Kandungan plasma darah semakin bertambah untuk melawan oksidasi dengan kadar yang lebih tinggi setelah minum madu. Berbagai penelitian juga menegaskan bahwa anti oksidasi phenolic yang ada dalam madu sangat efektif, sehingga menambah ketahanan tubuh untuk melawan oxidative stress.

Disebutkan juga bahwa madu dapat membantu penyembuhan radang perut. Setelah melakukan sebuah penelitian tentang pengaruh madu secara alami terhadap bakteri yang dapat menimbulkan radang atau infeksi perut, yang disebut bakteri pylory, maka para penelitinya mendapatkan kejelasan bahwa dengan memberikan madu dengan kekentalan 20 % mampu mengenyahkan bakteri itu di seluruh bagian yang terserang bakteri ini. Beberapa penyakit infeksi oleh berbagai patogen yang dapat dicegah dan disembuhkan dengan minum madu secara teratur diantaranya : Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA),batuk, demam, penyakit luka tukak lambung, infeksi saluran pencernaan, dan penyakit kulit.

Itulah beberapa khasiat dan manfaat yang terkandung di dalam madu yang telah ditemukan oleh beberapa pakar kesehatan baru-baru ini. Padahal 15 abad yang lalu, Allah melalui ayat–Nya dan Rasul-Nya telah mengisyarakatkan bahwa di dalam madu terdapat kesembuhan bagi manusia. Subhanallah ….

Seiring dengan meningkatnya perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, maka kadang sering dimanfaatkan untuk tindak kejahatan. Seperti misalnya pemalsuan madu, yaitu dengan mencampur sedikit madu asli dengan gula tebu atau gula merah dan ditambahkan asam sitrat untuk rasa asamnya serta enzim untuk menimbulkan kesan.

Sekedar catatan buat pembaca bahwa  masih ada pandangan yang salah atau keliru tentang kualitas madu. Ada yang menganggap bahwa madu yang baik adalah yang menimbulkan letusan ketika tutupnya dibuka atau yang tidak dikerumuni semut. Justru madu tersebut telah rusak terfermentasi oleh enzim dan mengarah kepada terjadinya gas dan alkohol, itulah sebabnya semut tidak mau mendekatinya.

Sumber-sumber http://www.cloverhoney.co.cc/2009/06/madu-dan-khasiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *